Langsung ke konten utama

Resume Pemberitaan by: Karina Febrianti



Berawal dari Sekolah Perawat, Kini Unusa Jadi Ikon 

Pendidikan Kesehatan di Jatim.




Surabaya – Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) terbilang pendatang baru di belantika Perguruan Tinggi di Jawa Timur dan di Indonesia karena baru berdiri 10 tahun yang lalu. Namun Perguruan Tinggi di bawah naungan NU ini mampu menempatkan diri sebagai ikon pendidikan kesehatan di Jawa Timur.
“Unusa ini merupakan perguruan tinggi dengan sejarah yang cukup panjang. Dimulai dari SPK (Sekolah Perawat Kesehatan), Akbid (Akademi Kebidanan), STIKES, kemudian menjadi Unusa,” jelasnya, Senin (28/8). Unusa fokusnya pada program studi (prodi) kesehatan. Apalagi Unusa berada di bawah naungan yayasan rumah sakit Islam, Yarsis, yang menuntut Unusa untuk melahirkan tenaga-tenaga kesehatan berkompeten.

“Yarsis itu yayasan rumah sakit Islam yang memerlukan tenaga kesehatan khususnya perawat. Jadi dari sejarah yang panjang itu, Unusa erat kaitannya sebagai perguruan tinggi yang fokusnya pada prodi-prodi kesehatan,” tuturnya.

Ditambah lagi dengan prodi baru (di bidang kesehatan) yang kian mengokohkan posisi Unusa sebagai ikon pendidikan bidang kesehatan di Jawa Timur.

“Ada kesempatan masyarakat, gizi, K3, ditambah lagi dengan adanya fakultas kedokteran, dan ditambah lagi dengan peran tiga rumah sakit di bawah Yarsis. Itu semakin memperkuat Unusa sebagai lembaga perguruan tinggi kesehatan,” tandasnya.

Unusa resmi berdiri pada tanggal 2 Juli 2013, merupakan konversi dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya (Yarsis). Perjalanan Unusa dimulai sejak didirikannya Sekolah Perawat Kesehatan (SPK) Yarsis pada tahun 1979. Yarsis adalah Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya sebagai induk dari Unusa (juga dua Rumah Sakit Islam di Surabaya dan satu rumah sakit di Gresik). 





https://deladwiyanti.blogspot.com/2023/08/resume-kombinasi-edukasi-pemanfaatan.html

Komentar

Postingan populer dari blog ini

My Digital Portofolio VI Hafid Algristian, DR., SP.KJ

Hafid Algristian, DR., SP.KJ - UNUSA RSI Jemursari   Mahasiswa Unusa Berintelektual dengan Anti Kekerasan Seksual, Anti Perundungan Menjadi Remaja Asyik Tanpa Usik Macam-macam Bullying Fisik : Menghalang, menyandung, menjambak Verbal : Panggilan merendahka, teriak, mengolok Sosial : Pengucilan/tidak ditemani, bikin isu Cyberbully : Di dunia digital, komentar negatif, merendahkan Seksual : Mengintip, menyebar foto, mengambil foto diam-diam Dan itu akan slalu bisa terjadi berulang-ulang. Mengapa terjadi bullying? Kurangnya empati, lemahnya pengawasan, merasa berbeda. Ada 4 posisi Bullying: 1. Pelaku : tidak pede, kompensasi jadi agresi, awalnya korban 2. Korban : tidak pede, akibat dari trauma, bisa jadi pelaku 3. Penonton : acuh cuek, tidak mau berkonflik, memilih diam 4. Penolong : berpihak pada korban, pasif (membantu diam2), aktif (menengahi) https://chintyanurulazizah.blogspot.com/

My Digital Portofolio Kesempatan Sertifikasi Mahasiswa

Kesempatan Sertifikasi Mahasiswa Seorang mahasiswa harus aktif ikut organisasi di kampus. Selain itu juga perlu meningkatkan kompetensinya dengan mengikuti kegiatan yang positif. Apalagi bisa mendapatkan penghargaan atau sertifikat tentu menjadi nilai plus untuk masa depan dan dunia karier. Selain itu, sertifikasi juga dapat meningkatkan kredibilitas dan kepercayaan diri seseorang, membuka peluang kerja yang lebih luas, dan meningkatkan nilai dan daya saing di dunia kerja. https://chintyanurulazizah.blogspot.com/

Kota Lama Surabaya

http://fkes.unusa.ac.id Kota Tua Surabaya adalah sebuah kawasan bersejarah di Surabaya yang menyimpan begitu banyak cerita tentang masa lalu. Dengan bangunan-bangunan tua yang masih berdiri kokoh, kawasan ini menjadi saksi bisu perjalanan panjang kota pahlawan. Perpaduan arsitektur kolonial Belanda, Tionghoa, dan bangunan modern menjadikan Kota Tua Surabaya memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Pembentukan Kota Tua Surabaya tidak lepas dari sejarah perdagangan yang pernah sangat ramai di kawasan ini. Pengaruh kolonial Belanda sangat terasa dalam arsitektur bangunan-bangunan di sini. Namun, Kota Tua Surabaya juga menyimpan jejak sejarah dari berbagai budaya lain seperti Tionghoa dan Arab, yang tercermin dalam beragam bangunan dan perkampungan. Kota Tua Surabaya memiliki arsitektur kolonial yang khas, dengan bangunan-bangunan tua yang menunjukkan pengaruh Belanda, Portugis, dan arsitektur lokal. Gedung-gedung ini, yang sebagian besar terletak di sekitar alun-alun kota, menam...